|
Kamu berminat menjadi penulis?
Sefry ingin berbagi pengalamannya dalam menulis. Tanpa maksud menggurui atau apa pun. Ini sekadar sharing. Semoga bermanfaat. :)
TENTANG MENULIS
"If you don’t have a six-figure deal by the time you’re thirty-five, you’ve failed. In fact, why even be a writer?"
-James Atlas, essay: The Fall of Fun, "The New Yorker", November, 1996
Kenapa menulis? Jawaban yang pasti adalah sebagai sarana komunikasi*. Kamu bisa bayangkan kalau kamu mengomunikasikan sesuatu (cth. curhat) pastinya tidak mungkin akan berlama-lama, kalau tidak, pastinya pendengarmu akan lelah juga. Jadi, solusinya adalah menulis. Lewat menulis, kamu bisa menuangkan apa saja yang menjadi unek-unek atau pengalaman berharga kepada orang banyak. Banyak, kok, contoh yang sudah menuangkan pengalaman. Salah satunya adalah Raditya Dika, penulis Kambing Jantan. Kamu pasti mengenalnya, dong?
Saya sendiri menulis berawal dari hobi saya membaca sejak kecil, dan ada kalanya saya merasa tidak puas dengan apa yang ditulis oleh penulisnya, lalu berpikir, bagaimana kalau saya menuliskan hal yang sama dengan ending yang berbeda? Itu bisa jadi salah satu alternatif kamu untuk mulai menulis. Toh, manusia mempelajari sesuatu lewat meniru, kan? Tapi, bukan berarti plagiat lho, ya! Yang dimaksud cara meniru di sini adalah, kamu coba tuliskan hal yang sama dengan apa yang baru kamu baca, kemudian kamu hapus dan buat yang baru dengan caramu sendiri.
Nah, Guys, mulailah menulis sekarang! Tidak peduli kamu laki-laki atau perempuan, anak-anak, remaja, atau dewasa, semua bisa jadi penulis. Kuncinya adalah percaya diri. Yakinlah kalau kamuBISA! Jangan ada kata takut sebelum memulai sesuatu, itu yang selalu ditekankan Ibu saya. Mempelajari sesuatu memang tidak cukup sekali, perlu berulang-ulang kali.
*Bahasa sebagai alat komunikasi adalah sandi atau kode yang dimaksudkan untuk membawa, menyimpan atau menghantarkan makna atau meaning. Dr. Henry Guntur Tarigan mengemukakan empat jenis keterampilan berbahasa, yaitu menyimak (listening skill), berbicara (speaking skill), membaca (reading skill), dan menulis (writing skill). --Tarigan, Keterampilan Berbahasa.
MENJADI PENULIS
"A writer needs loneliness, and he gets his share of it. He needs love, and he gets shared and also unshared love. He needs friendship. In fact, he needs the universe. To be a writer is, in a sense, to be a day-dreamer - to be living a kind of double life."
-Jorge Luis Borges
Banyak yang menyangka kalau menjadi seorang penulis adalah profesi termudah, setiap hari selalu berhubungan dengan pena dan kertas, lalu mulai menulis. Tidak seperti itu, Guys. Seperti halnya manusia, tulisan butuh gizi untuk memperkaya wawasan pembaca, yang tadinya tidak tahu menjadi tahu (kembali ke hal komunikasi di awal tadi). Untuk membuat lokasi di Timor Leste, misalnya, kamu harus research, baca info-info, banyak membuka jurnal atau buku yang berhubungan dengan daerah tersebut. Bahkan, Ari Sihasale untuk membuat film Tanah Air Beta, butuh beberapa hari melihat-lihat lokasi, bercakap-cakap dengan orang sekitar. Begitu juga dengan Senda Irawan, penulis yang rela jauh-jauh ke Yogyakarta untuk research budaya di sana. So, masihkah mengatakan menjadi penulis adalah profesi termudah?
Menjadui seorang penulis berarti mengatur dan menggerakkan jiwa-jiwa di dalam tulisannya. Ia merekonstruksi kesan yang akan didapatkan pembaca, mengembangkan imajinasi dalam suatu karya, memberikan kejelasan tentang suatu peristiwa, juga memberikan ketentuan di dalamnya.
Ketika Tulisan Ditolak
"To finish is a sadness to a writer - a little death. He puts the last word down and it is done. But it isn't really done. The story goes on and leaves the writer behind, for no story is ever done."
-John Steinbeck
Kenapa naskah kita ditolak oleh penerbit? Alasannya bisa beragam, Dear. Mungkin naskah kamu itu tidak sesuai dengan keinginan penerbit. Bukan berarti naskah kamu jelek lho! Misalnya begini, kamu punya cerita remaja dan kamu mengirimkannya ke penerbit yang banyak menerbitkan non fiksi Islam, pastinya kamu akan ditolak. Untuk mengatasinya, kamu bisa cek buku-buku penerbit yang kamu tuju. Dari tulisan-tulisan yang sudah terbit, kelihatan kok bagaimana gaya dan apa yang diinginkan penerbit. Alasan lain, mungkin naskah kamu ketinggalan eranya. Misalnya, kamu punya naskah cerita perjuangan hidup seperti Laskar Pelangi, tapi ternyata sudah muncul era baru. Kalau begini, tidak berarti kamu putus asa. Coba kirimkan ke penerbit lain, siapa tahu, di sana kamu mendapat tempat. Alasan selanjutnya, mungkin saja naskah kamu terlewat tanpa sengaja. Untuk yang ini, antisipasinya, kirimkan surat pengantar, atau buat semenarik mungkin print out kamu. Terakhir, penerbit mempunyai penilaian tersendiri. Biasanya, editor ketika menolak akan mengirimkan catatan kok. Nah, kamu bisa memperbaiki lewat saran itu.
Bukan berarti kamu terus menangis, kan? Hidup belum berakhir, Dear. Bener deh! Usaha terus ya! Saat mulai menulis, karya saya juga berulang kali ditolak majalah. Ayah saya sempat bilang, “Mungkin Riri nggak bakat menulis.” Tapi, Ibu saya malah mendukung sekuat tenaga, “Riri pasti bisa! Kirim terus!” Dan alhamdulillah, doa saya terkabul. Tahun 2001, seorang teman, Agatha Neno, yang juga seorang penyanyi sekarang, memberitahu saya kalau sudah membaca cerpen daya di tabloid. Mulai detik itu, saya semangat menulis hingga sekarang!
Proses Kreatif
"Writing a book is an adventure. To begin with, it is a toy and an amusement. Then it becomes a mistress, then it becomes a master, then it becomes a tyrant. The last phase is that just as you are about to be reconciled to your servitude, you kill"
-Sir Winston Churchill
- Ide dan imajinasi
Berawal dari ide. Ide boleh dari mana saja. Tidak perlu khawatir sama, karena jadilah otentik . Selalu bawa jurnal atau paling mudah notes di HP kamu untuk menuliskan ide. Setiap ada ide, langsung tulis! Dari ide tersebut, kembangkan imajinasi kita, mulai dari tokoh, latar, plot, konflik, dan sebagainya.
- Gunakan 5 indra
Kerahkan indra penglihatan, penciuman, peraba, perasa, dan pendengaran untuk mendeskripsikan apa yang kita bayangkan.
Untuk latar yang tempatnya kita tidak tahu, carilah referensi sebanyak-banyaknya agar orang bisa merasakan tempat tersebut.
- Penokohan
Coba bayangkan seseorang untuk menjadi karakter kamu, karena karakter kamu bukanlah boneka. Mereka memiliki jiwa, memiliki perasaan, dan tubuh,
- Perlunya flashback
Ada tiga fungsi flashback, yaitu trigger of action, maksudnya yang berperan adalah tindakan tokoh setelah mengalami flashback. Kedua, reason of action maksudnya flashback muncul di bagian akhir cerita sebagai penjelas tindakan tokoh sebelum flashbackmuncul. Ketiga, flashback sebagai bumbu cerita, artinya flashback muncul sekali-sekali ditengah adegan yang berjalan. *
- Buatlah 5 halaman yang menarik
Percaya atau tidak 5 halaman awal adalah penarik perhatian pembaca. Tulislah dengan ejaan yang baik. Sekarang banyak dijual buku EYD, pembentukan kata dan kalimat.
*dari booklet Menulis Itu Mudah majalah Kawanku tahun 2000
MENGIRIMKAN KARYA KE PENERBIT
"Writing is the only profession where no one considers you ridiculous if you earn no money."
-Jules Renard (1864 - 1910)
- Format naskah
Untuk standar: Times New Roman 12, 1,5 spasi, dan HVS ukuran A4. Dijilid rapi.
- Kelengkapan naskah
Sertakan sinopsis kurang lebih setengah halaman berisi keseluruhan cerita supaya penerbit mengetahui inti cerita. Biodata lengkap kamu (nama, alamat, no telp, email).
- Mengirimkan ke beberapa penerbit dibolehkan?
Saya sarankan jangan. Jika nanti ada dua penerbit yang mau menerbitkan naskah kita, dan kita menolak salah satunya, bukankah tidak etis. (Ini hanya opini dari saya).
- Respon dari penerbit
Tergantung kebijakan penerbit masing-masing. Ada yang 3 bulan, ada yang 6 bulan, ada juga yang 2 minggu sudah dihubungi. Saran saya, jangan terlalu sering menghubungi penerbit karena naskah yang mereka baca cukup banyak setiap harinya. Jika lebih dari 3 bulan tidak ada kabar, kamu bisa hubungi pihak penerbit.
- Kalau naskah ditolak
Jangan menyerah ya. Dunia belum berakhir kok. Saya pernah merasakan kecewanya, tapi tidak boleh lama-lama. Minta komentar dari editor apa yang harus diperbaiki.
**Kalau ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, kirim email via contact di website ini. Terima kasih.
|