HOME      Testimonial
Testimonial





Apa kata mereka tentang novel-novel Sefryana Khairil?

 

YOU

 

Sebagai permulaan, Sefryana menulis dengan cukup baik. Aku yakin kemampuan menulisnya akan semakin berkembang dalam karya-karya selanjutnya.

 (Laras, mahasiswa, Samarinda)

 

Menurutku, apa yang ditulis Sefryana dalam novelnya, YOU, memang menggambarkan keindahan masa remaja.

 (Bona, mahasiswa, Jakarta)

 

 

KATA HATI
 

 

Karakter Gevan sangat unik. Sefryana menggambarkan dengan cukup baik dalam novel Kata Hati.

 (Achwa n da Caca dan Andro Setiawan, FLP Ciputat)

 

Sahabat jadi cinta? Why not? Sefryana Khairil menceritakan dengan sangat alami. Kisah gue banget!

 (Dhido , alumni SMA Advent , Timika Papua)

   


 

PELANGI JIWA

 

Cerita tentang pemusik dan balerina yang bagus dan menarik!

 (Monica Christy, Palembang)

 

Pelangi Jiwa ceritanya keren banget!

 (Nurma , pelajar, Jakarta)

 


 

ALWAYS LOVE YOU

 

Ceritanya benar-benar bagus banget. 100 jempol deh buat Kak Sefry! Ceritanya menyentuh banget. Aku sampai nangis loh saat Ega meninggal.

(Anggit, pelajar, Bekasi)

 

Aku udah baca berkali-kali. Ceritanya menyentuh banget.  Pokoknya TOPBGT.

(Enda Rahma, mahasiswa, Palembang)


PADA SATU BINTANG 

 

Cukup jarang penulis remaja Indonesia yang mau bersusah payah menggeluti astronomi untuk sebuah fiksi. Melalui buku ini Sefryana membuktikan bahwa astronomi banyak digandrungi seperti isu-isu pop lainnya.
(Hara Hope, penulis novel "Summer Triangle", "Target:Amore" dan anggota HAAI)

Sebuah chicklit  yang penuh pesona bintang-bintang. Tidak hanya fun, tapi juga membuka wawasan!

(Sitta Karina, penulis "Lukisan Hujan", "Seluas Langit Biru" dan kontributor majalah Cosmo Girl!)

Novel Pada Satu Bintang mengungkap sisi dunia astronomi yang lain, dimana terdapat buah-buah dari sebuah perwujudan mimpi. Dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan yang edukatif dan puisi-puisi yang menggugah rasa, novel ini tidak hanya berkualitas dari segi sastra namun juga memperkaya wawasan pembaca.

(Sunlita Citra Tanggyono, siswa SMA Tarakanita 2)

 

 



Dongeng Semusim

 

“Dari tema yang, menurut saya, lumayan rumit tersebut, diramu sedemikian rupa hingga membentuk jalinan cerita yang cukup apik dan menggugah emosi pembaca. Dengan perlahan dan cerdik, pembaca diajak untuk menyelami pola pikir dan tindak masing-masing tokoh utama, sehingga perputaran ceritanya pun terasa cukup halus dan tertata dengan baik. Tapi, ada beberapa hal yang sebenarnya dapat lebih digali, terutama konflik antara Nabil dan Sarah dengan Papanya Sarah, yang didalamnya juga menyiratkan tentang berpindahnya keyakinan/agamanya Sarah. Resiko yang mungkin muncul adalah perpindahan fokus cerita, tapi saya yakin ada cara untuk tetap menjaga alur ceritanya, sehingga pembaca tidak bingung.”

(Mirza Rahadian, pegawai, Jakarta)

 

Penulis menghadirkan tokoh dengan dua karakter yang berbeda. Membuatku merenung, bukankah suami istri memang seperti puzzle? Puzzle harus berbeda bentuk untuk bisa menyatu, ya kan? Tidak ada yang membuat rumit atau mudah penyatuan tersebut kecuali pasangan itu sendiri.

(Yudith Fabiola, Singapore)

 

”Yang membuat novel ini unik adalah keahlian Sefryana menaburkan resep-resep lezat sebagai pelengkap cerita. Yap, pekerjaan Sarah sebagai redaktur majalah kuliner, tampil klik dengan taburan resep-resep makanan ini.  Petikan-petikan lirik lagu romantis, menghiasi setiap awal bab cerita. Menyusuri sentuhan maknanya lalu menghubungkan dengan alur kisah, menjadi kenikmatan tersendiri bagi pembaca.”

(Haya Aliya Zaki, Jakarta)